Assalamu’alaykum.
Taubat secara harfiah berarti pulang atau kembali. Secara istilah, taubat maksudnya, kembali dari yang dilarang oleh Allah SWT. Kalau dalam perjalanan hidup ini, kita suka menerjang larangan-larangan Allah SWT, melakukan apa-apa yang dilarang oleh-Nya, maka taubat artinya meninggalkan lerangan-larangan itu dan melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh-Nya.
Kenapa taubat ini harus segera dilaksanakan? Karena kita sebagai manusia sulit untuk melepas diri dari dosa dan salah. Rosulullah saw bersabda, “setiap Bani Adam pasti mempunyai dosa dan kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang mempunyai dosa dan kesalahan ialah orang yang segera bertaubat.” Dengan kata lain, orang yang baik sesungguhnya bukanlah orang yang tidak punya salah, karena tidak ada orang yang tidak punya salah. Tetapi orang yang baik apabila melakukan kesalahan, ia segera sadar, dijadikannya kesalahan itu sebagai pelajaran untuk tidak diulanginya lagi di masa-masa yang akan datang.
Sejak awalnya, iblis sudah memplokamirkan diri di hadapan Allah SWT akan selalu memperdayakan dan menggoda anak-anak Adam selama ruh mereka masih ada pada jasad mereka. Jadi, selama manusia itu masih hidup, selam itu juga iblis akan selalu meggoda dan menggelincirkan manusia untuk jatuh ke tempat-tempat salah dan tempat-tempat dosa. Tetapi, Allah SWT juga menjamin kepada manusia, sepanjang manusia itu hidup, Allah SWT akan selalu memberikan ampun kepada manusia selama manusia itu memohon ampun/bertaubat.
Oleh karena itu, setiap hari kita harus bertaubat kepada Allah SWT. Apa yang harus kita lakukan untuk mencapai sempurnanya suatu taubat?
- Menyesal atas dosa yang pernah kita lakukan.
- Berniat tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu.
- Meninggalkan perbuatan itu untuk selamanya.
- Menunaikan semua kewajiban kita kepada Allah SWT.
- Meminta maaf kepada semua musuh-musuhnya.
- Melatih diri untuk bertaat kepada Allah SWT.
- Memperbanyak istighfar dalam kehidupan.
Dalam hidup, yang menjadi teladan kita adalah Rosululloh saw. Rosulullah saw, yang dalam hidupnya sudah mendapat jaminan ampun dari Allah SWT, setiap hari minimal beliau beristighfar sebanyak 70 kali. Itulah yang dicontohkan oleh rosulullah saw kepada umatnya. Kita sebagai manusia yang penuh dosa, hendaknya meneladani perbuatan beliau.
Demikian, semoga Allah SWT menerima taubat kita.
Wassalamu’alaykum.
